25th July 2013
Setiap perjalanan
pasti ada awal dan ada akhirnya. Tak peduli itu berakhir baik atau tidak, tapi
begitulah cara kerja kehidupan. Hari ini aku harus membuktikan semua itu lagi.
Aku harus mengikhlaskan kepergian seseorang dari kehidupanku. Kalau tahun kemarin
aku harus melepaskan Ukh Nuy dari hidupku, maka tahun ini aku juga harus
mengikhlaskan Ukh Prista dari kehidupanku ini. Mereka berdua adalah orang yang
aku cintai. Namun aku juga harus mengikhlaskan mereka untuk kebahagiaan mereka
sendiri. Kebahagiaan yang harus mereka capai dengan orang yang berjodoh dengan
mereka. Aku hanyalah sebuah fase dalam kehidupan mereka, tak lebih. Hanya satu
dari puluhan ribu mozaik dalam kehidupan mereka. :)
Apakah semua akan
berakhir seperti ini?? Hmm, aku tak mau menjawabnya secara cepat. Kubiarkan
semuanya berjalan sesuai dengan apa yang akan dituliskan oleh Allah. Aku hanya
berhara[ semua orang yang ada di sekitarku berbahagia. Meskipun itu perih
bagiku. Karena tidak ada yang lebih membahagiakanku kecuali melihat mereka
tersenyum dan mendapatkan apa yang mereka butuhkan. Ya Allah, kalau memang apa
yang aku inginkan ini benar, tuntunlah aku agar mampu membuat mereka
berbahagia, sepanjang hari, sepanjang hidupku. :)
Sayap yang patah atau harapan yang tumbuh??
Aku selalu ingin
menjadi yang terbaik
Terbaik bagi Allah
dan orang orang di sekitarku
Aku selalu ingin
menjadi matahari
Yang memberikan
kebahagiaan
Meski aku sendiri
tak bisa berbahagia bersama mereka
Aku ini bagaikan
burung
Bersayap lebar dan
luas
Hingga suatu hari
Aku harus mematahkan
sayapku
Untuk obat bagi
burung lainnya
Aku menumbuhkan
harapan baru
Namun
Aku memutuskan
harapanku
Aku menyejukkan
teman temanku
Namun
Aku mengalami luka
yang dalam
Ya inilah aku
Aku, yang kehilangan
sayapku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar