Pages

Bla Bla Bla, New of Bla Bla Bla

10 Mei 2013
Hari ini adalah hari pertama aku menulis kembali. Ya, selalu begini, selalu berniat bahwa ini adalah hari pertama dalam perubahan hidupku. Namun kadang kenyataan itu tak seindah yang seharusnya. Aku banyak mengalami stuck dalam menulis. Kata orang sih itu namanya writer’s block. Keadaan dimana seseorang tak mampu menuliskan gagasan atau ide idenya ke dalam sebuah tulisan. Keadaan ini tentu saja membuat sebagian penulis merasa kurang produktif. Banyak sekali penyebab writer’s block. Bisa jadi karena keadaan mental yang kurang mendukung atau bahkan bisa jadi karena males atau lagi sibuk mengerjakan hal yang lain.
Yah, menulis memang bukan salah satu hobiku yang paling aku getoli. Sejak kecil aku lebih suka mengasah kemampuan motorik dan visualku daripada kemampuan verbal. Aku lebih suka menggambar, mulai dari hal yang sederhana dan nyata hingga yang rumit dan abstrak, seperti perasaan marah, sedih atau pun senang. Semuanya aku gambar dengan kedua buah tanganku ini.
Mungkin seperti yang orang tuaku bilang, aku memang kurang suka dengan hal yang berbau tulisan, apalagi tulisannya banyak. Sehingga kadang kadang aku malas membaca ulang soal soal dalam beberapa pelajaran. Aku lebih suka menggambar dan mencari beberapa ide kreatif untuk gambarku daripada membaca buku novel yang segitu banyak dan bahkan membuat pusing kepalaku. Hahaha.
Namun ada hal  yang memang aneh dariku, meski aku terlahir dengan bakat seni rupa yang lumayan. Ternyata kemampuan verbalku malah justru lebih berkembang tanpa aku latih. Seolah olah Allah ingin menunjukkan bahwa aku ini bukanlah orang yang memiliki takdir yang biasa. Aku bisa berbicara dan berkomunikasi dengan sebagian besar orang dengan cara yang mudah. Mereka hampir semua menerimaku sebagai orang yang dekat dengan mereka. Mereka menganggapku seperti saudara padahal kami baru kenal.

Meski begitu kuat kemampuan verbalku, namun terkadang aku mengutuknya. Bukan apa apa, tapi terkadang dalam beberapa keadaan, aku cenderung tak memiliki teman diakibatkan karena kemampuan verbalku yang tajam. Belum lagi jika pikiranku mulai radikal dan kadang bisa menyusahkan orang lain. Aku pandai mengkritik bahkan sampai hal terkecil yang ada pada orang itu semuanya aku kritik tanpa ada celah. Kemampuan verbal yang begitu menggigit itulah yang menurutku kadang g membuatku kehilangan teman. Aku sudah banyak mengalami hal seperti ini. Khususnya pada saat lulus dari SMA. Aku kehilangan banyak teman. Termasuk temanku yang paling setia. Aji Mahbar Sukma Wardhana. Ya, mungkin satu saat aku akan kembali bertemu dengan dia dan memperbaiki semua keadaan ini. Semoga saja. Haaaah, aku udah ngantuk nih. Selamat berjumpa lagi di lain hari. Semoga semuanya berjalan dengan lancar dan nikmat. J

Unknown

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar